Gara insiden jatuhnya
Ethiopian Airlines usai take off dari Addis Ababa membuat Boeing 737 Max 8
menjadi sorotan. Pasalnya, si maskapai menggunakan pesawat tipe tersebut.
![]() |
| Pesawat Ethiopian Airlines (Istimewa) |
Usai insiden tragis
itu, beberapa negara langsung melakukan grounded atau pelarangan terhadap
penggunaan pesawat Boeing 737 Max 8. Sebut saja Tiongkok, Singapura hingga
Indonesia juga ikut melarangnya. Untuk dalam negeri, pelarangan terbang masih
bersifat sementara.
Baca Juga: Ternyata Flat Shoes Berpita Juga Disukai Mahmud
Indonesia sejatinya
masih punya peluang untuk benar-benar 'mengharamkan' pesawat tipe tersebut
beroperasi di langit Indonesia. Hanya saja, semua perlu pertimbangan matang
agar tidak merugikan banyak pihak.
Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Indonesia bisa saja
benar-benar melarang sekaligus menghentikan impor pesawat asal Amerika Serikat
itu. Dia menegaskan, hal itu bisa dilakukan dengan mempertimbangkan faktor
keamanan yang merupakan prioritas bagi seluruh layanan penerbangan di dalam
negeri maupun dunia.
"Ya anything
could happen (segalanya bisa terjadi). Macam apa saja. Kita kan harus lihat
safety-nya nomor 1. Jadi safety menjadi prioritas kita," ujarnya saat
ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (12/3).
Masalahnya, beberapa
maskapai telah melakukan kesepakatan terkait pembelian pesawat anyar kebanggaan
Boeing itu. Sebut saja Lion Air, Garuda Indonesia, hingga Sriwijaya Air yang.
Khusus Sriwijaya, maskapai tersebut belum mendatangkannya, hanya masih bersifat
kesepakatan.
Meski begitu, Luhut
menegaskan tidak ingin mengambil risiko lebih jika pesawat tersebut sudah
terbukti banyak bermasalah kondisinya. "Ya kita lihat dong. Kalau
pesawatnya memang cacat ya masa misalnya saya tetap beli dari kamu tapi nanti
barang jatuh pas bawa rakyat saya," tegasnya.
Kendati demikian,
Luhut menegaskan jika pemerintah tidak akan gegabah. Berbagai upaya komunikasi
bakal terus dilakukan demi meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan
industri penerbangan Tanah Air.
"Saya pikir nggak
akan dilakukan dalam waktu dekat. Evaluasi yang cermat lah, nggak boleh
buru-buru lah. Karena ini menyangkut banyak pihak," pungkasnya.
Sumber (Jawa Pos)

No comments:
Post a Comment