Stel tingkat kekencangan rantai sepeda motor
memang tidak membuat motor bisa melejit
lebih pesat. Namun langkah ini penting dilakukan jika Anda ingin rantai sepeda
motor awet. Rantai terlalu ketat sama
buruknya dengan rantai yang terlampau longgar, stel kekencangan rantai hanya
memakan waktu beberapa menit. Rantai sepeda motor harus distel setiap menempuh
jarak 500 mil (850 km). Sepeda motor trail harus lebih sering menjalani stel
rantai. Kontrol rantai juga bertujuan untuk membersihkan karat serta memberikan
peluamasan.
![]() |
| Kekencangan rantai harus rutin diperiksa. |
Langkah
1
Baca buku manual untuk mengetahui cara
melakukan penyetelan rantai yang benar. Sebagian besar street bike juga memiliki stiker yang mencantumkan panduan
perawatan rantai di bagian swingarm.
Langkah
2
Berdirikan motor dengan standar miring atau
standar ganda. Pastikan transmisi dalam posisi netral.
Langkah
3
Temukan titik tengah rantai antara spocket depan dan belakang. Tarik
rantai ke arah bawah, kemudian perhatikan jarak antara posisi kendur penuh
(rendah) dan posisi no-slack (atas). Sepeda motor yang dikendarai untuk
keperluan harian, jaraknya berkisar antara 1,2 -1,6 inci (30 – 40 mm).
Sedangkan untuk sepeda motor ooff road atau trail jaraknya 1,4 – 2,0 inci (35 –
50 mm)
Baca Juga: Knalpot Mobil Bocor, Waspadalah!
Langkah
4
Untuk menyesuaikan rantai, kendurkan mur as
roda beberapa putaran. Kunci yang
digunakan biasanya berukuran 19 atau 22. Untuk mempermudah membuka mur, Anda
bisa menginjak kunci mur.
Langkah
5
Kebanyakan sepeda motor dilengkapi dengan baut
yang bisa digunakan untuk menambah atau mengurangi kelonggaran rantai. Pastikan
agar penyetelan rantai dilakukan secara sama pada setiap sisi swingarm. Sehingga roda belakang bisa
tetap pada posisi yang senter. Tidak melenceng ke kiri maupun ke kanan.
Langkah
6
Setelah tingkat kekencangan rantai yang pas
diperoleh, kemudian mur as roda dikencangkan kembali.
Sumber: http://www.cycleworld.com

No comments:
Post a Comment