Seperti halnya manusia yang butuh pendingin, mobil juga
membutuhkan sebuah pendingin agar mesin tidak cepat panas dan cepat rusak.
Yakni dengan mengisi air di dalam radiator mobil untuk meminimalisir panas yang
dihasilkan oleh mesin mobil.
![]() |
| Ilustrasi |
Namun untuk mengisi air radiator jangan asal diisi saja. Sebab
jika tidak justru akan membuat radiator bocor dan akibatnya malah rusak dan
harus diganti dengan yang baru.
"Minimal itu diisi dengan air yang steril bebas timbal atau
limbah di dalam cairan itu. Sehingga radiator dapat bekerja secara maksimal.
Karena kalo kotor itu suhu mobil jadi cepat tinggi dan cepat rusak,"
ungkap owner bengkel AC CV Sejuk AC Sukses Abdul Rohim, di Joglo, Jakarta Barat.
Sedangkan untuk perawatannya Rohim tidak bisa mengatakan
sebarapa jauh radiator harus dicek. "Karena yang terpenting adalah dicek
secara berkala setiap pagi. Itu yang terpenting," lanjutnya.
Selain itu beberapa kerusakan radiator juga sering ditemui oleh
Rohim dibengkelnya. "Cuma dua isinya tidak bagus dan fan radiator mati.
Seperti di mobil Avanza dia itu udah electrical fan kalo itu mati temperatur naik
air kosong kesedot atau air memuai menguap, sehingga mesin radiator tidak air
dan rusak. Jadi dua itu yg bikin radiator rusak," kata Rohim.
Rohim juga berharap agar para pemilik mobil tidak terlena dengan
kondisi mobil. Meskipun dalam keadaan sehat atau baik, Anda wajim melakukan
pemeriksaan cairan radiator mobil. Selain air bersih Rohim juga memberikan tips
lain untuk mengisi air di dalam radiator. Yakni dengan coolant atau dengan air
AC yang menetes di rumah.
"Kalau coolant itu bisa di beli di toko sparepart, dan beli
di bengkel atau toko resmi agar kualitasnya terjaga. Harganya juga tidak
terlalu mahal. Alternatif lainnya adalah dengan menampung air AC yang ada di
rumah. Itu juga bisa digunakan. Karena itukan air embun dan bersih, tapi
diletakkan di wadah yang bersih juga," ungkap Rohim.
Pengisian cairan di radiator dapat dilakukan dengan membuka kran
di bagian bawah radiator. Lalu biarkan cairan mengalir keluar sambil dinyalakan
mesinnya.
"Dengan catatan ada air mengalir yang masuk agar radiator
tidak kosong. Ketika air atau cairan yang keluar sudah berubah warna menjadi
bening atau tidak keruh, mesin dimatikan lalu kran radiator di tutup, dan diisi
lagi dengan cairan atau air yang bersih," lanjut Rohim.

No comments:
Post a Comment