KREO ROCK SCOOTER: Evolusi Anak Jalanan Meraih Asa - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, February 23, 2019

KREO ROCK SCOOTER: Evolusi Anak Jalanan Meraih Asa


Geng Motor tidak semuanya negatif, Bro. Kreo Rock Skuter (KRS), lahir dari anak jalanan. Tumbuh menjadi komunitas skuter,  berevolusi menjadi ladang bekerja sama mencari nafkah.

Kreo Rock Skuter (KRS)
Kesan hura-hura luntur saat Brosis bersama mereka. Semangat ingin tahu dan berbagi pengetahuan seputar Vespa, saling mendorong untuk tumbuh serta berkembang bersama menjadi aroma yang kental yang akan Brosis cium dalam komunitas tersebut. Jadi, nggak perlu gengsi pun malu saat bergabung di KRS.


Dibentuk pada tahun 2008 di daerah Kreo, Cileduk, Tangerang, Jawa Barat. Bermula dari rutinitas perjumpaan sekawanan anak jalanan penunggang Vespa. “Saat itu kami sama-sama besar di jalanan, bandel di jalan, dan bertahan hidup di jalan,” tutur Iyo, Ketua sekaligus pendiri KRS.


Komunitas ini lahir di tengah arus tren Vespa yang pada waktu itu sedang meriah. Angin segar ini dimanfaatkan oleh para pionir KRS sebagai peluang merangkul pengendara Vespa lain sebagai anggota komunitas. “Pendiri KRS mayoritas adalah penyuka Musik Punk Rock, jadi kami gunakan Rock sebagai salah satu unsur nama komunitas ini,” imbuh pemilik bengkel skuter yang berlokasi di daerah Pondokkacang, Tangerang, itu. Dari 10 orang pencetus KRS tersebut, sekarang anggotanya telah berkembang menjadi 20 orang. “Kami lebih menitikberatkan kepada eksistensi serta karakter anggota yang solid.

Komunitas ini bukan hanya sekadar organisasi. Namun lebih kepada persaudaraan, Nah, membentuk semangat persaudaraan dalam suasana apa adanya itu yang sulit,” tutur Iyo. Jadi, jangan heran jika di dalam komunitas tersebut Brosis tak menemukan susunan keorganisasian formal layaknya komunitas sepeda motor pada umumnya. “Yang penting bisa senantiasa bergulir seperti musik Rock and Roll,” Iyo menjelaskan sambil terkekeh.

“Bengkel ini memang milik saya. Tapi di bengkel ini pula kami bermarkas. Saya ajak kawan-kawan KRS yang butuh pekerjaan turut berkarya di bengkel ini. Anggota KRS yang nganggur saya ajak mencari rezeki bersama di tempat ini,” kata Iyo. Selain bengkel Vespa, di tempat tersebut saat ini juga sedang dikembangkan usaha lain.  Yaitu usaha penyedia event properti atau perlengkapan dan sarana acara. “Paling tidak di sini bisa cari makan, bisa kumpul bareng dalam suasana positif. Semua diikat oleh kecintaan yang sama terhadap Vespa,” kata Bowi, salah satu montir KRS.

Menurut Iyo, seluruh anggota KRS adalah penggila skuter klasik. Tahun produksi beragam dengan bentuk yang beraneka macam pula. “Ada yang sudah dimodifikasi ekstrim, tapi ada yang tetap senang dengan model standar. Kalau saya lebih suka yang standar,” papar pemuda berambut ikal itu.

Lantas bagaimana dengan agenda kumpul-kumpul bareng? Apakah ada kegiatan sunmori layaknya komunitas sepeda motor pada umumnya? “Kalau kumpul-kumpul, kita setiap hari kumpul di sini (bengkel). Setiap bulan ada agenda penarikan iuran. Nggak mahal kok Cuma Rp20.000,” imbuh Iyo. Kegiatan lain yaitu setiap tahun menyelenggarakan anniversay. “Kegiatan anniversary tergantung kesepakatan. Entah itu kita rekreasi sewa villa di luar kota bersama-sama,” paparnya.

Brosis tertarik bergabung dengan kawan-kawan komunitas KRS? Nggak ada aturan kaku dan ketat. Hanya dibutuhkan rasa terpanggil dan semangat solid dalam persaudaraan agar bisa bergabung dalam komunitas ini.

No comments:

Post a Comment