Geng Motor tidak semuanya negatif, Bro. Kreo
Rock Skuter (KRS), lahir dari anak jalanan. Tumbuh menjadi komunitas skuter, berevolusi menjadi ladang bekerja sama mencari
nafkah.
![]() |
| Kreo Rock Skuter (KRS) |
Kesan hura-hura luntur saat Brosis bersama
mereka. Semangat ingin tahu dan berbagi pengetahuan seputar Vespa, saling
mendorong untuk tumbuh serta berkembang bersama menjadi aroma yang kental yang
akan Brosis cium dalam komunitas tersebut. Jadi, nggak perlu gengsi pun malu saat
bergabung di KRS.
Dibentuk pada tahun 2008 di daerah Kreo,
Cileduk, Tangerang, Jawa Barat. Bermula dari rutinitas perjumpaan sekawanan
anak jalanan penunggang Vespa. “Saat itu kami sama-sama besar di jalanan,
bandel di jalan, dan bertahan hidup di jalan,” tutur Iyo, Ketua sekaligus
pendiri KRS.
Komunitas ini lahir di tengah arus tren Vespa
yang pada waktu itu sedang meriah. Angin segar ini dimanfaatkan oleh para
pionir KRS sebagai peluang merangkul pengendara Vespa lain sebagai anggota
komunitas. “Pendiri KRS mayoritas adalah penyuka Musik Punk Rock, jadi kami gunakan Rock sebagai salah satu unsur nama
komunitas ini,” imbuh pemilik bengkel skuter yang berlokasi di daerah
Pondokkacang, Tangerang, itu. Dari 10 orang pencetus KRS tersebut, sekarang
anggotanya telah berkembang menjadi 20 orang. “Kami lebih menitikberatkan
kepada eksistensi serta karakter anggota yang solid.
Komunitas ini bukan hanya sekadar organisasi.
Namun lebih kepada persaudaraan, Nah, membentuk semangat persaudaraan dalam
suasana apa adanya itu yang sulit,” tutur Iyo. Jadi, jangan heran jika di dalam
komunitas tersebut Brosis tak menemukan susunan keorganisasian formal layaknya
komunitas sepeda motor pada umumnya. “Yang penting bisa senantiasa bergulir
seperti musik Rock and Roll,” Iyo
menjelaskan sambil terkekeh.
“Bengkel ini memang milik saya. Tapi di
bengkel ini pula kami bermarkas. Saya ajak kawan-kawan KRS yang butuh pekerjaan
turut berkarya di bengkel ini. Anggota KRS yang nganggur saya ajak mencari
rezeki bersama di tempat ini,” kata Iyo. Selain bengkel Vespa, di tempat
tersebut saat ini juga sedang dikembangkan usaha lain. Yaitu usaha penyedia event properti atau perlengkapan dan sarana acara. “Paling tidak di
sini bisa cari makan, bisa kumpul bareng dalam suasana positif. Semua diikat
oleh kecintaan yang sama terhadap Vespa,” kata Bowi, salah satu montir KRS.
Menurut Iyo, seluruh anggota KRS adalah
penggila skuter klasik. Tahun produksi beragam dengan bentuk yang beraneka
macam pula. “Ada yang sudah dimodifikasi ekstrim, tapi ada yang tetap senang
dengan model standar. Kalau saya lebih suka yang standar,” papar pemuda
berambut ikal itu.
Lantas bagaimana dengan agenda kumpul-kumpul
bareng? Apakah ada kegiatan sunmori layaknya
komunitas sepeda motor pada umumnya? “Kalau kumpul-kumpul, kita setiap hari
kumpul di sini (bengkel). Setiap bulan ada agenda penarikan iuran. Nggak mahal
kok Cuma Rp20.000,” imbuh Iyo. Kegiatan lain yaitu setiap tahun
menyelenggarakan anniversay.
“Kegiatan anniversary tergantung
kesepakatan. Entah itu kita rekreasi sewa villa di luar kota bersama-sama,” paparnya.
Brosis tertarik bergabung dengan kawan-kawan
komunitas KRS? Nggak ada aturan kaku dan ketat. Hanya dibutuhkan rasa
terpanggil dan semangat solid dalam persaudaraan agar bisa bergabung dalam
komunitas ini.

No comments:
Post a Comment