Telinga dan hidung bisa memberikan isyarat kepada
Anda ketika terjadi kebocoran knalpot mobi. Namun, kedua organ tubuh itu tidak
berarti bisa mendeteksi semua isyarat yang muncul akibat kebocoran knalpot.
Salah satunya yaitu karbon monooksida dari knalpot yang tidak bisa dideteksi
oleh hidung dan telinga.
![]() |
| Ilustrasi asap dan knalpot mobil. |
Solusi terbaik untuk mengetahui kebocoran
knalpot yaitu dengan jalan memeriksakan mobil ke bengkel. Suara keras dari
mesin mobil (tidak seperti biasanya), mendesisi adalah pertanda bahwa kenalpot
mobil Anda mengalami kebocoran. Namun, pada suatu saat suara mesin, ban dan
bunyi gaduh lalu lintas bisa menutupi suara kenalpot bocor tadi. Demikian juga meskipun
Anda dapat mencium bensin dan aroma menyengat knalpot, Anda tidak dapat mencium
karbon monoksida. Pasalnya, gas ini merupakan produk sampingan proses
pembakaran yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jika tidak dideteksi secara
dini, bisa berakibat fatal.
Kepala pusing, mengantuk, mual dan mendadak
pingsan adalah beberapa gejala yang dapat muncul akibat seseorang menghirup gas
monoksida dalam kurun waktu beberapa menit.
Beberapa tahun terakhir produsen mobil telah
menggunakan stainless-steel sebagai bahan pembuat knalpot mobil. Sehingga bisa
lebih tahan korosi dan awet. Meskipun demikian knalpot tetap saja akan
mengalami proses berkarat. Terutama dialami oleh mobil yang jarang dioperasikan
atau hanya menempuh jarak dekat. Perjalanan jarak pendek membuat knalpot tidak
terlalu panas. Sehingga tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengusir uap air yang dihasilkan oleh
proses pembakaran mesin.
Dalam kondisi yang parah korosi mengakibatkan
lubang menganga di knalpot. Sehingga
mudah ditemukan. Namun, terkadang lubang kebocoran berukuran kecil. Itu pun
terletak di bagian knalpot yang tertutupi. Misalnya, di sisi atas knalpot,
muffler atau catalytic converter. Kebocoran juga bisa terjadi di bagian manifold
knalpot yang menempel ke mesin di bagian hulu dari sistem pembuangan.
Khusus kendaraan yang telah berusia lebih dari
5 tahun, disarankan agar secara rutin melakukan pemeriksaan knalpot secara
menyeluruh setiap 1 - 2 tahun sekali. Kalau pun tidak ditemukan kebocoran,
langkah itu bisa menjadi solusi preventif menemukan komponen knalpot yang
mengalami pengendoran, atau kerusakan kecil. Sehingga dapat diperbaiki sebelum
menjadi kerusakan yang lebih besar dan mahal.
Sumber:
https://www.cars.com/articles/2014/02/how-to-tell-if-a-car-has-an-exhaust-leak/
Foto: https://www.cars.com/articles/2014/02/how-to-tell-if-a-car-has-an-exhaust-leak/

No comments:
Post a Comment