Selain sisitem susupensi, bagian mobil yang berhadapan langsung dengan
kondisi jalanan yang keras yaitu ban. Selama “hidupnya”, ban selalu diragangkan
oleh tekanan angin dari pompa, diguyur hujan asam, berhadapan langsung dengan
debu, bahan kimia keras yang tercecer di jalan raya, segatan sinar matahari,
serta pendinginan yang drastis pada saat malam hari.
![]() |
| Ban yang mengalami retakan-retakan. |
Agar bisa bertahan di bawah kondisi seperti
itu, ban dilengkapi dengan senyawa kimia anti-penuaan. Namun demikian senyawa
itu hanya bersifat menahan dan memperlama usia pakai ban. Kondisi lingkungan
yang demikian keras pelan namun pasti akan mengakibatkan ban uzur, kehilangan
elastisitasnya, pada akhirnya muncul retakan-retakan di dermukaan ban.
Baca Juga: Simak! Tips Penggantian Filter Bahan Bakar Mobil
Selain dipicu oleh sengatan matahari, retakan
ban muncul kaibat terpapar ozon. Retakan kecil sering ditemui di bagian samping
dan di dasar alur ban. Anda tak perlu kawatir dan terburu-buru mengganti ban.
Penggantian ban ditentukan oleh tingkat keparahannya. Konsultasikan dengan
mekanik di bengkel.
Retakan ban akan menjadi lebih cepat muncul
jika ban terlalu serng terpapar terik matahari, terlalu lama dan sering
berdekatan dengan sumber panasi misalnya knalpot, dan terpapar ozon. Kondisi
seperti itu banyak dialami oleh mobil yang terlalu sering dan lama diparkir di
tempat terbuka. Faktor lain yang bisa memicu ban menjadi mudah mengalami
keretakan yaitu penggunaaan pembersih atau semir yang terlalu sering. Cairan
tersebut dapat menghilangkan lapisan pelindug ban, yaitu anti-oksidan dan
anti-ozon. Sisi ban yang berada di luar akan menjadi lebih mudah mengalami
keretakan bila dibandingkan dengan sisi bagian dalam.
Bahan kimia anti penuaan yang digunakan pada
senyawa karet lebih efektif bila ban "dieksekusi" secara sering.
Peregangan berulang dari senyawa karet benar-benar membantu menahan pembentukan
retak. Ban yang digunakan pada kendaraan yang digerakkan jarang, atau akumulasi
jarak tempuh tahunan yang rendah cenderung mengalami retak karena lama waktu
parkir atau penyimpanan mengganggu "kerja" karet.
Selain menjadi gangguan untuk menunjukkan
kepada pemilik mobil, kondisi ini sering membuat frustrasi pemilik kendaraan
bermotor dan rekreasi yang hanya melakukan perjalanan sesekali dan bahkan tidak
dapat memarkir kendaraan mereka di garasi atau daerah yang teduh. Menggunakan
penutup ban setidaknya meminimalkan paparan langsung sinar matahari.
Berbagai cara perawatan yang lain juga bisa
memicu cepatnya ban menjadi retak. Misalnya yaitu pemompaan yang terlalu keras.
Hal ini memicu ban menjadi mudah mengalami over heating.

No comments:
Post a Comment