Flat Visor, kaca ini banyak dipakai oleh
penggemar helm replika pembalap MotoGP. Flat visor juga disebut sebagai kaca
helm 2D. Sementara visor cembung disebut 3D. Kenampakannya dari bagian atas
sampai bawah datar alias tidak cembung. Apa saja plus dan minus nya? Sebaiknya
pakai flat visor atau kaca helm cembung? Berikut ulasannya.
![]() |
| Kiri: Flat Visor, Kana: Visor cembung. |
Desain visor yang datar bertujun agar dapat
ditempeli dengan plastik tear-off. Lapisan plastik ini berfungsi sebagai
pelindung visor helm dari debu yang berpotensi mengotori dan membuat visor
menjadi buram selama balapan berlangsung. Dari penampilannya, visor cembung
terlihat lebih artistik dan aerodinamis bila dibandingkan dengan flat visor.
Flat visor pada umumnya dilengkapi dengan port
atau lubang yang berfungsi untuk memasang tear off. Namun tidak semua flat
visor dapat dipasangi dengan tear off. Sebab tidak memiliki port tempat
memasang tear off. Jadi jika Brosis bermaksud memodifikasi helm dengan flat
visor sementara ingin juga memasangi denga tear off, pastikan visor tersebut
dilengkapi dengan port.
Teknologi flat visor memang diproduksi masih
dikhususkan untuk balap. Tidak semua helm yang dirpoduksi dilengkapi dengan
flat visor. Dengan kata lain, flat visor hanya ditemukan pada helm-helm balap.
Meskipun beberapa helm standar sudah dilengkapi dengan flat visor. Namun banyak
pula yang flat visornya harus dibeli secara terpisah.
Hal lain yang harus diketahui, tidak semua
helm bisa dipasangi flat visor bro. Jadi sebaiknya nggak usah memaksakan diri.
Untuk keperluan harian, sebenarnya flat visor tidak begitu berguna. Umumnya
biker harian yang menggunakan flat visor tujuannya tak lain adalah sekadar
untuk gaya-gayaan. Sekali lagi bro, flat visor diproduksi oleh pabrik lebih
menyasar untuk pengguna di suirkuit balap.
Irwan , Supervisor Cargloss Divisi Arai lebih
menekankan pada strukur visor. Bukan pada modelnya. Jika Brosis ingin membeli
helm dengan double visor, Irwa menyarankan supaya Brosis memilih double visor
yang posisinya berada di luar, bukan di bagian dalam helm. Hal ini bertujuan
untuk mengindari jarak ke styrofoam. “Jika ada jarak bisa berbahaya jika terken
abenturan,” katanya. Selain itu, poin utama yang wajib dicermati saat memilih
helm yaitu Helm harus sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sementara itu menurut Johens Cokrodiharjo,
marketing Direktur DMI, Flat visor hanya memberikan keuntungan pead penempelan
tear-off saja. Dari sisi fungsi sebenarnya sama saja. Dari segi artisitik,
visor cembung sebenarnya lebih artistik daripada visor datar. Pemasangan visor
datar justru akan membuat helm terlihat seperti model helm jaman dulu.

No comments:
Post a Comment