FLAT VISOR: Antara Gengsi & Nilai Fungsional - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, February 23, 2019

FLAT VISOR: Antara Gengsi & Nilai Fungsional


Flat Visor, kaca ini banyak dipakai oleh penggemar helm replika pembalap MotoGP. Flat visor juga disebut sebagai kaca helm 2D. Sementara visor cembung disebut 3D. Kenampakannya dari bagian atas sampai bawah datar alias tidak cembung. Apa saja plus dan minus nya? Sebaiknya pakai flat visor atau kaca helm cembung? Berikut ulasannya.

Kiri: Flat Visor, Kana: Visor cembung.
Desain visor yang datar bertujun agar dapat ditempeli dengan plastik tear-off. Lapisan plastik ini berfungsi sebagai pelindung visor helm dari debu yang berpotensi mengotori dan membuat visor menjadi buram selama balapan berlangsung. Dari penampilannya, visor cembung terlihat lebih artistik dan aerodinamis bila dibandingkan dengan flat visor.


Flat visor pada umumnya dilengkapi dengan port atau lubang yang berfungsi untuk memasang tear off. Namun tidak semua flat visor dapat dipasangi dengan tear off. Sebab tidak memiliki port tempat memasang tear off. Jadi jika Brosis bermaksud memodifikasi helm dengan flat visor sementara ingin juga memasangi denga tear off, pastikan visor tersebut dilengkapi dengan port.


Teknologi flat visor memang diproduksi masih dikhususkan untuk balap. Tidak semua helm yang dirpoduksi dilengkapi dengan flat visor. Dengan kata lain, flat visor hanya ditemukan pada helm-helm balap. Meskipun beberapa helm standar sudah dilengkapi dengan flat visor. Namun banyak pula yang flat visornya harus dibeli secara terpisah.

Hal lain yang harus diketahui, tidak semua helm bisa dipasangi flat visor bro. Jadi sebaiknya nggak usah memaksakan diri. Untuk keperluan harian, sebenarnya flat visor tidak begitu berguna. Umumnya biker harian yang menggunakan flat visor tujuannya tak lain adalah sekadar untuk gaya-gayaan. Sekali lagi bro, flat visor diproduksi oleh pabrik lebih menyasar untuk pengguna di suirkuit balap.

Irwan , Supervisor Cargloss Divisi Arai lebih menekankan pada strukur visor. Bukan pada modelnya. Jika Brosis ingin membeli helm dengan double visor, Irwa menyarankan supaya Brosis memilih double visor yang posisinya berada di luar, bukan di bagian dalam helm. Hal ini bertujuan untuk mengindari jarak ke styrofoam. “Jika ada jarak bisa berbahaya jika terken abenturan,” katanya. Selain itu, poin utama yang wajib dicermati saat memilih helm yaitu Helm harus sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sementara itu menurut Johens Cokrodiharjo, marketing Direktur DMI, Flat visor hanya memberikan keuntungan pead penempelan tear-off saja. Dari sisi fungsi sebenarnya sama saja. Dari segi artisitik, visor cembung sebenarnya lebih artistik daripada visor datar. Pemasangan visor datar justru akan membuat helm terlihat seperti model helm jaman dulu.




No comments:

Post a Comment