Teknologi Eye-Tracking, Ini Penjelasannya - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Monday, January 14, 2019

Teknologi Eye-Tracking, Ini Penjelasannya


Perkembangan teknologi canggih sering membuat kita merasa gagap karena tanpa diikuti penjelasan ketika sebuah teknologi baru hadir. Salah satunya adalah teknologi lampu menggunakan teknologi eye tracking seperti yang dikembangkan oleh Opel.  Nah bagaimana mekanisme kerja teknologi tersebut? Simak penjelasannya berikut.


Opel mengembangkan teknologi lampu menggunakan teknologi eye tracking. 
Obsesi terbaru dalam industri otomotif tidak lagi hanya sebatas berhubungan dengan desain dan mein. Lebih dari itu, berbagai komponen pendukung otomotif juga tak luput dari sasaran para pengenbang teknologi. Salah satunya adalah lampu. Audi dan BMW telah mengembangkan teknologi laser yang pertama, teknologi LED matrix pun sudah dikembangkan. Jadi teknologi apa lagi yang saat ini sedang berkembang? Para teknisi Opel memiliki jawaban terhadap pengembangan teknolgi lampu yang berikutnya. Yaitu eye-tracking.


Sepertia apa eye-tracking itu? Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengarahkan lampu mobil (headlamp) dengan mengunakan gerakan mata. Sebuah teknologi yang nampak seperti khayalan. Namun bagi Opel hal tersebut adalah kenyataan.

Para  teknisi Opel mengembangkan eye-tracking berbekal dengan webcam sederhana sebanyak 5 – 10 kamera kecil. Jadi sebenarnya bukan sebuah sistem yang kompleks. Webcam difokuskan pada kepala pengemudi. Scan poin akan mendeteksi bagian-bagian wajah pengemudi, Diantaranya, hidung, dan mata. Berikutnya akan mendeteksi gerakan dan memperkirakan garis pandang pengemudi. Sistem ini akan menginterpretasikan informasi yang diteruskan ke sistem aktuator elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan arah tuas proyektor headlamp.

Namun teknologi tersebut masih harus dikembangkan. Karen belum menjadi sebuah solusi terbaik. Sebab penerimaan dan kalkulasi data masih terlalu lama, dengan kata lain kecepatan rekam yang webcam belum memadahi. Sehingga respon gerakan yang diberikan oleh lampu depan menjadi sering tertunda atau terlambat. Tidak akurat dengan kondisi lika-liku jalan yang selalu berubah-ubah. Sehingga teknologi ini masih harus diperbaiki.

Demi untuk menyempurnakan prototipe tersebut, Opel melakukan optimalisasi parameter operasi kamera, serta mengadaptasikan alogaritma eye-tracking. Solusinya, mereka melengkapi kamera dengan sensor infra merah yang disinergikan dengan pusat foto dioda.

 Berkat konfigurasi ini, sistem dapat memindai gerakan mata pengemudi pada  kecepatan lebih dari 50 kali per detik dalam kondisi senja dan malam hari. Sehingga memungkinkan aktuator headlamp berekasi menggerakkan sosrotan lampu pada satu titik seketika bahkan memungkinkan gerakan horizontal dan vertikal.

Setelah kendala kecepatan rekam teratasi, ternyata muncul masalah berikutnya. Saat mengemudi, bola mata pengemudi selalu bergerak dari satu titik ke tiitik yang lain secara acak dan jepat. Gerakan mata seperti ini sebenarnya adalah reflek alami yang secara tidak sadar dilakukan oleh pengemudi. Akiatnya sorot lampu mubil menjadi terlalu tersentak kesana ke mari dengan arah yang tidak menentu. Menggangu kenyamanan pandangan pengemudi kendaraan lain di mobil yang datang dari arah berlawanan.

Opel kemudian melkukan modifikasi alogaritma delay canggih yang memungkinkan sorotan cahaya lampu mobil bergerak dengan arah yang sesuai, dan kecepatan yang sesuai cepat. Selain itu, eye-tracking juga tidak memerlukan kalibrasi untuk setiap individu yang mengemudikan kendaraan. Tidak terpengaruh oleh ukuran badan dan pustur tubuhnya.

Opel tentu tak akan pernah berhenti pada teknologi eye-tracking. Sementara Anda terkagum-kagum dengan eye-tracking, tek nologi canggih lain akan segera tersaji.

No comments:

Post a Comment