Diilhami oleh film- film mandarin di televisi, Thea
Athalia warga Tangerang, Banten, mendirikan Kungfu Village sebuah restoran dengan menu dan setting interior kungfu khas Cina. “Kedai kuliner selalu tak lepas dari film
Cina. Usai mengembara atau sekadar berbincang, pendekar cina banyak berada di sebuah kedai,” papar
pengusaha muda yang akrab dipanggil Thea tersebut.
![]() |
| Suasana di dalam Restoran Kungfu Village. |
Bukan hanya desain ruangan yang ditata seperti kedai kungfu, para waitersnya
pun berdandan ala pendekar kungfu. Area
resto tersebut dibagi-bagi menjadi beberapa perguruan kungfu. Semisal ; Jinshemen,
Wudujiao, Gaibang, Shaolin Pai, Sechuan, Tianyingjiao, dan Emeipai. Area bergengsi berada di meja yang
bertuliskan Xiaoyaopai, sebuah perguruan yang beranggotakan
pria
tampan, wanita cantik dengan kemahiran kungfu dan tenaga dalam yang hebat.
Keunikan lain yang akan membuat Anda terkejut adalah
sambutan para waiters
tersebut
dengan bahasa mandarin, kepada
setiap tambu yang datang. Da Xia Li Mian Jin! atau Silakan
masuk pedekar!
Dalam ruangan resto terdapat replika
senjata-senjata pendekar cina yang sangat fenomenal. Misalnya : golok pembunuh naga, pedang
shaolin, seruling, kipas, dan tongkat pemukul anjing. Banyak konsumen senang bermain
dengan replika-replika
senjata tersebut. “Mereka senang berfoto-foto dengan sarana
tersebut. Lalu mereka unggah ke media
sosial. Ini tentu secara tidak langsung
membantu pemasaran kami,” tutur Thea.
Menu Cina lidah Indonesia
Resto berkapasitas 40 orang dengan waktu
operasional mulai pukul 11.00 hingga pukul 23.00 malam ini juga memiliki menu
bernama unik seperti jurus kungfu. Misalnya : Ilmu
awet muda, dan Telapak tangan merah beracun.
Dinamai Ilmu
awet muda lantaran ini adalah menu sehat. Terdiri atas berbagai macam sayuran di antaranya teratai, wortel, mentimun, jamur kuping, serta
daun bawang yang ditumis
dengan minyak wijen. Cocok bagi praktisi vegetarian. Menu
andalan lain adalah Menu Jurus
Wanita Cantik. Sosok menu ini memang
cantik. Berupa hidangan fillet dada ayam
yang digoreng tepung serta dibubuhi saus
nanas. Disajikan di atas buah
nanas. Menu-menu tersebut bisa dinikmati
dengan menebusnya seharga Rp 14.000 – Rp 69.000
Resto ini
juga menyediakan berbagai ragam mie khas cina. Thea sengaja membuat mie
sendiri. Sehingga memiliki rasa khas
berbeda dengan cita rasa mie pada umumnya.
Mie tersebut tidak ditambah dengan penyedap buatan, dan abu. Selain menyebabkan citarasa yang khas, mie
seperti itu juga baik bagi kesehatan.
Mie buatan Thea memiliki tekstur yang lebih kenyal dan halus.
Dari 6 jenis
menu mie, yang paling disukai
pengunjung adalah Mie jurus 6.
“Mie jurus 6 dibubuhi topping
daging ayam cincang. Dilengkapi dengan
sayur kecambah,” kata wanita cantik berusia 27 tahun itu. Menu tersebut diadosi dari Cina. Namun soal
rasa, Thea telah mengadaptasikan menu tersebut sesuai selera masyarakat
Indonesia. “Orang Cina menyukai masakan
bercitarasa asam, sementara orang indomesia cenderung menyukai citarasa manis,”
tuturnya.
Lokasi
Pasar Lama, yang merupakan
kawasan China Town di Tangerang, pas menjadi tempat usaha Tea. Kungfu Village
memiliki 5 orang karyawan
. Koki ada 3 orang dan pelayan 2 orang. Promosi
yang dilakukan yaitu melalui sosial media dan menyebar brosur.

No comments:
Post a Comment