Resto Parit 9: Laris Menjajakan Kepiting Termos - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Friday, January 18, 2019

Resto Parit 9: Laris Menjajakan Kepiting Termos

Bicara soal sea food, kepiting adalah rajanya.  Sementara soal sajian kepiting, Resto Parit 9 ahlinya. Dengan 35 aneka menu sea food, termasuk unggulannya KepitingTermos, Resto ini  berhasil menjadi raja sea food di  Bandung.  Sukses ini hasil kegigihan Eko Rusdianto,  sang pemilik, jatuh bangun menjalankan   usaha  yang diawali dengan modal dari melego  sepeda motornya. .

Kepiting termos laris dipesan pelanggan dari luar kota.
Usaha ini dirintis Eko tahun 1997, saat krisis moneter sedang melanda tanah air.  “Selesai kuliah  ingin cari kerja  kok susah.  Jadi mau tidak mau saya harus bekerja sendiri.  Usaha yang modalnya tidak terlalu besar dan praktis  ya  bisnis kuliner,” ujarnya.  Nama  Parit 9 dipilih untuk mengenang nama tambak udang milik orang tuanya  di Lampung.  Produk utama tambak tersebut adalah kepiting. 

Modal yang dimilikinya saat itu minim, begitu pula ilmu  berbisnis kuliner. Dengan kata lain faktor  nekadlah  yang memaksa Eko menggeluti bidang ini.  Sepeda motor Honda GL Max miliknya dilego seharga Rp 7.250.000.  Uang  itu dipergunakan membeli kompor, kulkas bekas, tenda dan meja.  Awalnya, tenaga kerjanya  pun masih berasal dari keluarga.  “Saat itu  adik saya 2 dan 4 orang pekerja yang lain,” ujarnya.

Pahit getir perjuangan usaha berlangsung  dari  1997 – 2000.  Saat itu masakan kepiting masih belum populer.  Pelanggan yang datang sedikit.  “Saya belanja 1 kwintal, ternyata hanya laku 20 kg,” cetusnya.  Periode itu sempat membuat Eko frustrasi dan ingin berhenti.  

Saat itu warung tendanya berlokasi di kawasan Sulanjana, Bandung, dengan nama Sulanjana Sea food.  Kenapa memilih jenis masalkan ini, alasannya  ia gemar  menyantap masakan sea food.  “Intinya saya ingin terus makan sea food murah  karena bikinan sendiri,”  tuturnya sambil tertawa.  Satu setengah tahun kemudian, ia  pindah ke Jl. Cendana, Bandung, yang disewanya selama 7 tahun.  Untunglah, usaha kuliner yang ditekuni terus berkembang.  Hingga pada akhirnya ia berhasil memiliki rumah makan  di Jl Anggrek, Bandung.
             
Kepiting termos

Setiap minggunya, Resto Parit 9 membutuhkan  100- 200 kg kepiting.  Memiliki  sekitar 35 pilihan menu sea food, 25 di antaranya menu olahan kepiting.   Yang menjadikan  resto ini  punya ciri  khas dan berbeda dengan yang lain,  adalah  paket Kepiting termos ,  bagi pembeli  yang ingin membawa pulang.  Resep kepiting singapura juga merupakan salah satu andalannya, yakni   masakan  dengan rempah-rempah asli Indonesia. 

Untuk menjaga  kesegarannya, pengunjung bisa memilih sendiri  ikan atau kepiting  di akuarium.     Harga yang dicantumkan  di akuarium tersebut sudah berikut harga memasak.  Selain terus menjaga menu yang  sudah laku,  setiap bulan Parit 9  menawarkan menu baru. Untuk kepiting termos tidak hanya sebatas  reesp kepiting singapura.  Pelanggan juga bisa menikmati kepiting kukus, yang  dibungkus dengan daun pisang.  Ada pula  Kepiting banci  yang banyak diminati lantaran memiliki tekstur daging yang lembut dan  banyak mengandung lemak.  Di dalamnya  ditambahkan bumbu rempah-rempah, lalu  dibakar. Sehingga aromanya  harum dan bercita rasa gurih.

Guna mendukung usahanya,  Eko  memiliki 40 petani ikan dan ratusan  petani penyuplai kepiting  baik dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai mitra yang sanggup memasok bahan baku secara rutin. 
Setiap hari rata-rata jumlah  pengunjung  500 – 700 orang.  Sementara pada hari libur dan week end dapat mencapai mendekati angka 1.000 orang.  Saat ini  Parit 9 tidak  membuka cabang di luar  Bandung.  “Untuk sementara waktu biar ada di kota Bandung saja dulu,” paparnya.

No comments:

Post a Comment