Pria biasanya senang
ketika melihat kaum hawa memiliki rambut atau bulu halus di area kumis, lengan,
atau leher. Sebab bulu-bulu halus itu membuat perempuan terlihat lebih seksi,
apalagi ketika mereka mengenakan pakaian yang menampakkan bulu-bulu halus
tersebut. Lalu bagaimana jika letaknya berada di area payudara?
![]() |
| Ilustrasi |
Perhatikanlah di
sekitar area puting. Kemungkinan tumbuh rambut-rambut atau bulu-bulu halus.
Normalkah hal tersebut?
Rambut di area puting
payudara sering perempuan bertanya kepada Ginekolog di New York, Dr. Alyssa
Dweck. Menurutnya, rambut di area puting adalah hal yang normal.
Dweck mengatakan
beberapa wanita tidak memilikinya, dan beberapa wanita memang punya meski
sedikit. Lalu dari mana rambut itu berasal?
Dweck mengatakan
rambut puting tumbuh di areola atau gumpalan kulit lunak di sekitar puting yang
sebenarnya. Di areola, ada kelenjar kecil yang disebut kelenjar Montgomery.
"Kelenjar ini
mengeluarkan bahan sebasea yang dimaksudkan untuk melumasi dan menjaga kulit
lembab di sekitar puting sehingga perempuan memiliki puting yang sehat untuk
menyusui," kata Dweck dilansir dari Cosmopolitan, Sabtu (5/5).
Dia menambahkan
kadang-kadang kelenjar ini juga membuat rambut atau bulu-bulu halus menjadi
tumbuh. Kesimpulannya, rambut payudara dan hormon tersebut itu normal.
Meski begitu, tetap
harus diwaspadai. Jika volume rambut pada puting tak wajar dan bertambah
banyak, maka bisa menjadi tanda ketidakseimbangan hormon. Dweck mengatakan
pertumbuhan rambut yang tiba-tiba adalah sesuatu yang harus dibicarakan dengan
dokter.
Terutama jika melihat
rambut tumbuh di tempat-tempat 'maskulin' lainnya, seperti bibir atas (kumis)
atau dagu. Itu bisa menjadi tanda hirsutisme, atau pertumbuhan rambut
'laki-laki' mendadak pada wanita. Hal itu merupakan gejala sindrom ovarium
polikistik (PCOS).
"Jika tak nyaman
punya bulu halus di area payudara dan ingin menghapusnya, jangan menggunakan
penjepit, jangan pilih itu, jangan mencoba menariknya keluar," tegasnya.
Jika area tersebut
menjadi merah, bengkak atau nyeri sesudahnya, maka hal itu menjadi tanda
infeksi. Segeralah pergi ke dokter.
Sumber: Jawa Pos

No comments:
Post a Comment