Pengguna Xiaomi Siap Siap Karena di Indonesia tidak melayani Service Centre - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Friday, January 11, 2019

Pengguna Xiaomi Siap Siap Karena di Indonesia tidak melayani Service Centre




Xiaomi Pabrik

Solusi Kita - Peredaran smartphone non-resmi atau kerap diistilahkan “black market” (BM) masih menjadi isu yang tak kunjung berkesudahan. Hal ini meresahkan pemerintah, sebab transaksi jual-beli tersebut tak berkontribusi ke pendapatan negara.

Di sisi lain, pengguna pun dirugikan karena jaminan garansi yang tak jelas jika terjadi kerusakan purnajual (after sales). Apalagi, beberapa vendor smartphone tak lagi menerima perbaikan smartphone non-resmi di pusat servis (service center) mereka.

Misalnya saja pabrikan China Xiaomi. Sejak September 2018, Xiaomi bersikap tegas tak menerima perbaikan smartphone rusak untuk produk-produknya yang tak dilabeli stiker “TAM” sebagai distributor resmi.

“Pusat servis resmi Xiaomi tidak lagi menerima perbaikan unit tidak resmi. Kami secara konsisten menghimbau pengguna kami untuk hanya membeli produk resmi karena berbagai alasan, termasuk layanan prioritas untuk software and hardware,” kata Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, kepada KompasTekno, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, pengalaman pengguna merupakan hal utama bagi Xiaomi. Produsen yang kerap merilis produk murah dengan spesifikasi tinggi itu mengklaim telah bekerja sama dengan pemerintah, mitra lokal, dan stakeholders lainnya untuk mendorong pembelian produk resmi Xiaomi.
“Memerangi pasar gelap adalah upaya bersama. Bekerja sama dengan pemerintah merupakan hal yang penting bagi keberhasilan pemberantasan pasar gelap secara keseluruhan,” ia berujar 
Setiap tahunnya, kerugian negara akibat peredaran smartphone black market diestimasikan mencapai Rp 1 triliun. Pada awal 2018, pemerintah mulai mencanangkan kebijakan validasi IMEI (International Mobile Equipment Identity) untuk memerangi fenomena ini.


Sistem validasi IMEI memungkinkan pelacakan status sebuah ponsel di Tanah Air, apakah dijual secara resmi atau tidak. Apabila tidak terdaftar dalam sistem validasi, maka dipastikan bahwa perangkat tersebut ilegal dan tak bisa digunakan di Indonesia.Kebijakan ini masih terus digodok oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Perindustriak (Kemenperin), Kementerian Komunikas dan Informatika (Kominfo), serta Kementerian Perdagangan (Kemendag). Implementasinya ditargetkan mulai tahun ini, namun belum ada kepastian tanggalnya. Kita tunggu saja.

Untuk melihat seperti apa kerugian bagi pengguna jika memutuskan membeli ponsel black market.




penulis - Saiful Chamdi
terkait - xiaomi pabrikan mana,pabrik xiaomi di china,pabrik xiaomi di indo,pabrik xiaomi dimana,pabrik xiaomi di jakarta,pabrik xiaomi china,pabrik xiaomi redmi 4x,pabrik xiaomi di bandung,xiaomi pabrik indonesia,pabrik xiaomi asli,pabrik xiaomi mi a1,xiaomi pabrik batam,xiaomi bangun pabrik,reset pabrik xiaomi bahasa cina,reset pabrik xiaomi berapa lama,pabrik xiaomi di indonesia,pabrik xiaomi di india,hp xiaomi pabrikan mana,pabrik hp xiaomi,cara reset pabrik hp xiaomi,cara restart pabrik hp xiaomi,pabrik hp xiaomi di indonesia,pabrik pembuatan hp xiaomi,cara reset pabrik hp xiaomi redmi 3,https://tekno.kompas.com/read/2019/01/11/09310047/xiaomi-indonesia-tak-lagi-layani-servis-ponsel-bm.

No comments:

Post a Comment