Lumpia Bom, Disantap Pakai Sambal Bajaj - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Thursday, January 31, 2019

Lumpia Bom, Disantap Pakai Sambal Bajaj

Ini resto unik. Menyajikan khusus lumpia Bom dalam berbagai pilihan rasa. Disebut demikian karena bentuknya  tidak biasa yakni  berukuran panjang,  25 cm. Sementara lumpia biasa ukurannya hanya  10 cm. 

Lumpia super besar.
Tak hanya itu. Cara menikmatinya juga  unik, dicocol  sambal terasi super pedas. Rahmat Kurniawan, si pemilik,  mengklaim ini adalah lumpia besar pertama di Indonesia.

Lumpia bukan sekedar camilan, tapi bisa jadi lauk makan. Itulah sebabnya Rahmat Kurniawan (30),  pemilik Kedai Extra Pedas dari Purwokerto  ini meramu lumpia berukuran besar. Bisa disajikan bersama nasi, sambal, kremesan, dan lalapan. Isi lumpia adalah perpaduan telur, sayuran dan 8 macam pilihan isi, antara lain ayam, daging, bakso, sosis, ati, jamur, seafood cumi dan udang. Sambal yang disediakan ada dua pilihan, yaitu sambal bajag yang rasanya super pedas, dan sambal italiano yang tidak terlalu pedas.

Kedai ini didirikan pada tahun 2005, dengan modal awal Rp. 4 juta.  Berupa gerobak bertenda yang berlokasi dekat kampus Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Awalnya hanya untuk  mewadahi hobi memasak sang ibu, Ilah Sursilah. Karena menyasar segmen mahasiswa, ia membuat menu penyetan antara lain tempe, tahu penyet, dan ayam penyet, “Keunggulan kami,  punya sambal yang paling pedas di Purwokerto. Selain itu penyetan juga sudah dibumbui lalu digoreng, dan disajikan dengan kremesan. Keunggulan lain, waktu itu belum ada penyetan yang pakai kremesan,” kenang Wawan, sapaan akrab pemilik kedai ini.

Lumpia bikin laris

Ketika kedainya makin dikenal, tahun 2009 Wawan mencoba menu baru yaitu lumpia.  Agar tampil unik, lumpia dibuat ukuran besar. Seperti prediksi Wawan, lumpia ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Favorit pelanggan adalah, lumpia ayam. Omzet bisnis pun terus meningkat, sehingga ia mampu membuka cabang/outlet. Ada yang berupa gerobak tanpa tenda, warung tenda, kios kecil, dan resto mini. Untuk kios kecil berupa bangunan permanen atau semi permanen dengan ukuran  8 m x 3 m. Sementara resto mini berupa bangunan permanen dengan ukuran 20 m x 10 m.
Sukses di kota Purwokerto, Wawan mencoba peruntungan di kota lain yang juga banyak dihuni mahasiswa, yaitu Yogyakarta. Tahun 2009 ia membuka 6 gerai di Yogya. Sayangnya, keenam outlet itu hanya bertahan sekitar 4 bulan. “Saya salah perhitungan, harusnya tidak langsung buka 6 gerai sekaligus. Karena waktu itu manajemen belum kuat, sumber daya manusia kurang, dan biaya untuk operasional 6 cabang sekaligus kan cukup besar,” papar Wawan.

Berkembang lewat kemitraan

Dari kegagalan itu, Wawan mulai berpikir tentang konsep kemitraan. Ia menawarkan dua paket  kemitraan Business Opportunity (BO), dengan harga Rp. 20 juta untuk mitra dari Purwokerto, dan luar kota Rp. 40 juta. Konsep jualan yang ditawarkan adalah bentuk resto mini. “Untuk mitra luar kota kita open resep, jadi harganya lebih tinggi,” kata Wawan.

Mitra bebas mencari bahan baku sendiri lantaran bahan lumpia harus segar. Tapi, khusus untuk sambal, mitra harus beli dari Wawan. Karena di situlah letak keunikan rasa produknya.  “Karena lumpia ukuran besar, supaya tidak  mudah pecah, bikin kulitnya harus hati-hati. Tepungnya juga pakai tepung khusus untuk lumpia,” tutur Wawan.

Saat ini khusus di  Purwokerto, sudah ada 10 gerai milik Wawan dan 3 gerai milik mitra. Gerai mitra lainnya tersebar di  Cilacap, Purbalingga, Cirebon, Semarang, dan Jakarta

Untuk outlet berbentuk gerobak omzetnya rata-rata Rp. 500.000/hari. Sementara outlet warung dan resto omzetnya sekitar Rp. 1,5 juta – Rp. 3,5 juta/ hari. Padahal tahun 2005, saat minggu pertama buka kedai, pendapatan kotor yang diperoleh cuma Rp. 100.000 /hari. Kini untuk mengelola 10 outlet miliknya,  ia punya 67 karyawan. Hingga kini, Wawan terus berusaha mengembangkan bisnis lumpia bom. 

Sumber: majalah Ide Bisnis

No comments:

Post a Comment