Gulma MDF: Laba Segar Dari Olahan Salak - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Wednesday, January 30, 2019

Gulma MDF: Laba Segar Dari Olahan Salak


Memang bisa salak dijadikan sirup?  Bukannya rasanya asem? Begitu reaksi  orang-orang saat   mendengar ada sirup yang terbuat dari salak. Ini pengakuan  Gulma MDF pengelola produksi sirup salak.  Komentar seperti itu tidak hanya ia dengar saat  sedang pameran, tapi juga di  kediamannya  di Sibolga, Tapanuli Selatan.

Sirup berbahan baku salak.
Bukan apa-apa,  sirup  salak memang baru ia yang membuat. Rasanya cukup menyegarkan, manis dan tidak asam seperti bayangan orang.  Produk ini dijual Rp 35.000/ botol 1 liter, sedangkan untuk ukuran 330 ml dijual Rp 15.000.  Salak yang dijadikan sebagai bahan pembuat sirup adalah Salak Padangsidempuan atau varietas salak  dari Tapanuli Selatan. Ciri khas salak ini,  daging buahnya  berwarna merah. “Kandungan vitamin C nya  lebih banyak dibanding salak lain,” jelas  Gulma.

Sirup salak , selain enak dinikmati juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan.  Diantaranya berguna untuk penyembuhan penyakit diabetes, diare, jantung, menurunkan kolesterol, memperkuat struktur tulang dan lainnya.

Ketersediaan bahan melimpah  

Ide awal membuat sirup dari salak ini karena di Tapanuli terdapat 118.000 ha perkebunan salak.  Dengan kapasitas produksinya 100 ton/hari. Saat panen, harga salak ini langsung anjlok. Ongkos memanen malah lebih mahal ketimbang harga jual. Apalagi kalau tidak langsung dijual dalam 7 hari, salak akan membusuk.

“Melihat  itu saya berpikir bagaimana membuat produk olahan lain dari salak. Salah satunya adalah dengan membuat sirup,” terang Gulma. Selama 1 tahun  ia meneliti sampai didapatkan formula sirup yang pas. Kenapa memilih sirup? Karena salak jenis  ini mempunyai kandungan air lebih banyak. Untuk mendapatkan 1 liter air perasan, paling tidak bisa didapatkan dari 6-7 kg salak. Bandingkan dengan salak Pondoh, untuk 20 kg saja, belum bisa mendapatkan 1 liter air perasan salak.Sama seperti buahnya, sirup salak ini  berwarna merah.    
 
Pemasaran produk sirup salak ini  tidak hanya daerah Sumatera Utara, melainkan juga ke beberapa daerah lain. Untuk kesegaran tubuh, kita bisa mengkonsumsinya setiap pagi dan sore hari. Tapi bila ada penyakit, sirup ini bisa diminum 3 kali sehari. Selain dibuat sirup, salak ini juga bisa dibuat  minuman berenergi. “Hanya bedanya, kalau untuk minuman berenergi kita menambahkan akar-akaran yang fungsinya bisa untuk penguat stamina, jelas Gulma.


No comments:

Post a Comment