Memang
bisa salak dijadikan sirup? Bukannya
rasanya asem? Begitu reaksi orang-orang
saat mendengar ada sirup yang terbuat dari salak.
Ini pengakuan Gulma MDF pengelola
produksi sirup salak. Komentar seperti
itu tidak hanya ia dengar saat sedang
pameran, tapi juga di kediamannya di Sibolga, Tapanuli Selatan.
![]() |
| Sirup berbahan baku salak. |
Bukan
apa-apa, sirup salak memang baru ia yang membuat. Rasanya
cukup menyegarkan, manis dan tidak asam seperti bayangan orang. Produk ini dijual Rp 35.000/ botol 1 liter,
sedangkan untuk ukuran 330 ml dijual Rp 15.000. Salak yang dijadikan sebagai bahan pembuat
sirup adalah Salak Padangsidempuan atau varietas salak dari Tapanuli Selatan. Ciri khas salak ini, daging buahnya berwarna merah. “Kandungan vitamin C nya lebih banyak dibanding salak lain,” jelas Gulma.
Sirup
salak , selain enak dinikmati juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Diantaranya berguna untuk penyembuhan
penyakit diabetes, diare, jantung, menurunkan kolesterol, memperkuat struktur
tulang dan lainnya.
Ketersediaan bahan melimpah
Ide
awal membuat sirup dari salak ini karena di Tapanuli terdapat 118.000 ha
perkebunan salak. Dengan kapasitas
produksinya 100 ton/hari. Saat panen, harga salak ini langsung anjlok. Ongkos
memanen malah lebih mahal ketimbang harga jual. Apalagi kalau tidak langsung
dijual dalam 7 hari, salak akan membusuk.
“Melihat itu saya berpikir bagaimana membuat produk
olahan lain dari salak. Salah satunya adalah dengan membuat sirup,” terang
Gulma. Selama 1 tahun ia meneliti sampai
didapatkan formula sirup yang pas. Kenapa memilih sirup? Karena salak jenis ini mempunyai kandungan air lebih banyak.
Untuk mendapatkan 1 liter air perasan, paling tidak bisa didapatkan dari 6-7 kg
salak. Bandingkan dengan salak Pondoh, untuk 20 kg saja, belum bisa mendapatkan
1 liter air perasan salak.Sama seperti buahnya, sirup salak ini berwarna merah.
Pemasaran
produk sirup salak ini tidak hanya
daerah Sumatera Utara, melainkan juga ke beberapa daerah lain. Untuk kesegaran
tubuh, kita bisa mengkonsumsinya setiap pagi dan sore hari. Tapi bila ada
penyakit, sirup ini bisa diminum 3 kali sehari. Selain dibuat sirup, salak ini
juga bisa dibuat minuman berenergi.
“Hanya bedanya, kalau untuk minuman berenergi kita menambahkan akar-akaran yang
fungsinya bisa untuk penguat stamina, jelas Gulma.

No comments:
Post a Comment