Fenti Hariani: Spesialis Tas Ramah Lingkungan - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Thursday, January 17, 2019

Fenti Hariani: Spesialis Tas Ramah Lingkungan


Terusik oleh banyaknya sampah kantung plastic yang susah didaurulang, Fenti Hariani, pengusaha tas di Bandung  memilih menggeluti usaha tas ramah lingkungan.

Gerai tas ramah lingkungan
“Tas ini bisa dipakai lebih dari 1 kali.  Tampilannya lebih menarik daripada tas plastik.  Disamping itu, ketika sudah tak terpakai dan dibuang, tas ini mudah terurai,” tutur wanita kelahiran Jawa Timur 40 tahun silam ini.  Sebelum terjun ke dunia bisnis tas, Fenti telah menekuni usaha dagang kain.  “Usaha tas saya mulai sejak 3 tahun silam.  Awalnya banyak orang yang datang ke toko saya, cari tas.  Lalu saya buat saja karena banyak yang cari,” tuturnya.

Selama merintis usaha ini, Fenti memasarkan dan menawarkan produknya secara online melalui internet.  Kebetulan suami bergelut di bidang Teknologi Informasi.  Di dunia maya, Fenti gigih menjajakan produk barunya.  Melalui berbagai forum , iklan, dan milis. “Sedikit-demi sedikit produk saya mulai banyak dipesan berkat pemasaran di internet,” papar wanita ulet ini.  Menurutnya pemasaran lewat online sangat luwes, terlebih untuk produk seperti yang ia hasilkan.  “Tas ini bisa digunakan untuk promosi, komunitas, seminar terutama untuk perusahaan-perusahaan yang sering menyelenggarakan acara bertema go green,” imbuh Fenti.

Media tebar pesona

Bagi organisasi tertentu dan perusahaan, tas merupakan salah satu “media tebar pesona”.  Sama seperti pakaian,  saat ini tas telah melekat menjadi salah satu bagian dari gaya hidup atau mode. “Apapun yang bersinggungan dengan mode yang sedang hangat pasti menjadi pusat perhatian.  Ini menjadi nilai positif  bagi para pemasang iklan atau promosi,” kata pengusaha kreatif  itu.  Metode iklan seperti ini dipandang sangat efektif dan tentu saja hemat biaya.  Mengingat tas ini biasanya diberikan secara cuma-cuma kepada seseorang.  Pihak yang dikasih merasa senang. Saat ditenteng menjadi agen iklan gratis.
 
Hal inilah yang membuat posisi tas semakin strategis bila dipakai sebagai sarana promosi. Melihat dari pangsa pasarnya, mulai dari instansi pemerintah, perusahan swasta, serta komunitas, memungkinkan Fenti memroduksi tas promosi ini secara massal.  Dengan demikian pundi-pundi keuntungan yang bisa diperoleh pun menjadi semakin besar. 

Menurut Fenti, sebelum terjun kedalam kancah bisnis tas promosi, pengusaha sebaiknya telah menguasai seluk-beluk bahan baku pembuatan tas. Sebab, kedua bidang ini terkait erat.  Pengalamannya selama bertahun-tahun menggeluti bisnis kain membuat Fenti telah tahu betul seluk beluk bisnis bahan baku tas.  Ini tidak hanya terkait dengan pemilihan bahan berkualitas, namun juga naik-turunnya tren harga bahan.  Dengan menemukan pemasok bahan baku tas yang murah, maka pengusaha dapat membandrol harga produknya menjadi lebih bersaing.

Tas promosi ini dibuat dengan bahan D600, kanvas, spundbond.  Namun demikian, pemilihan bahan tetap menjadi hak pemesan. Paling tidak, sebagai pengusaha tas dapat memberikan nasihat pada konsumen dalam memilih bahan yang bagus untuk digunakan.   Sebelum memenuhi pesanan, Fenti selalu menanyakan penggunaan tas nantinya.  Dengan demikian bahan bisa ditentukan. Hal ini dapat mencegah kerugian yang dapat dialami oleh pelanggan.

Order minimum

Awalnya ia hanya mampu memproduksi tas sebanyak 25 – 100 buah / hari.  Namun seiring waktu, usahanya terus berkembang.  “Namanya usaha harus learning by process.  Sekarang sudah bisa menghasilkan 500 – 1000 tas / hari.  Produk tersebut dijual dengan harga yang beragam.  Tergantung dari model, ukuran dan desain sablon.  Kisaran harganya Rp 2.500 – Rp 3000. 

Agar ekonomis, Fenti memberlakukan jumlah minimal pemesanan  sebanyak 100 buah sekali pesan.  Sementara untuk harga perlusin dipakok sebesar Rp 30.000. Konsumen yang memesan tas buatan Fenti bukan hanya terbatas end user.   “Tak sedikit pula reseller yang memesan tas siap jual.  Mereka bisa memesan model dan desain gambarnya,” kata Fenti.

Selama memenuhi pesanan, Fenti punya tips agar pelanggan puas dan tak kapok memesan lagi.  Yaitu memberikan pelayanan yang sederhana.  “Kalau bisa dibuat gampang kenapa harus dipersulit,” tuturnya.  Bagi konsumen di luar kota, pemesanan bisa dilakukan secara online melalui internet.  “Zaman sekarang apalagi ada Black Berry,  tinggal kirim gambarnya saja, kami siap membuat sesuai dengan pesanan,” kata Fenti bersemangat.  Untuk pemesanan dalam jumlah banyak, disarankan memesan sekitar 2 – 3 minggu sebelum tanggal pengiriman.

No comments:

Post a Comment