Terusik
oleh banyaknya sampah kantung plastic yang susah didaurulang, Fenti Hariani,
pengusaha tas di Bandung memilih menggeluti
usaha tas ramah lingkungan.
![]() |
| Gerai tas ramah lingkungan |
“Tas ini bisa dipakai lebih dari 1 kali. Tampilannya lebih menarik daripada tas
plastik. Disamping itu, ketika sudah tak
terpakai dan dibuang, tas ini mudah terurai,” tutur wanita kelahiran Jawa Timur
40 tahun silam ini. Sebelum terjun ke
dunia bisnis tas, Fenti telah menekuni usaha dagang kain. “Usaha tas saya mulai sejak 3 tahun
silam. Awalnya banyak orang yang datang
ke toko saya, cari tas. Lalu saya buat
saja karena banyak yang cari,” tuturnya.
Selama merintis usaha ini, Fenti memasarkan dan
menawarkan produknya secara online
melalui internet. Kebetulan suami
bergelut di bidang Teknologi Informasi.
Di dunia maya, Fenti gigih menjajakan produk barunya. Melalui berbagai forum , iklan, dan milis. “Sedikit-demi sedikit produk saya
mulai banyak dipesan berkat pemasaran di internet,” papar wanita ulet ini. Menurutnya pemasaran lewat online sangat luwes, terlebih untuk
produk seperti yang ia hasilkan. “Tas
ini bisa digunakan untuk promosi, komunitas, seminar terutama untuk
perusahaan-perusahaan yang sering menyelenggarakan acara bertema go green,” imbuh Fenti.
Media
tebar pesona
Bagi organisasi tertentu dan perusahaan, tas
merupakan salah satu “media tebar pesona”.
Sama seperti pakaian, saat ini
tas telah melekat menjadi salah satu bagian dari gaya hidup atau mode. “Apapun
yang bersinggungan dengan mode yang sedang hangat pasti menjadi pusat
perhatian. Ini menjadi nilai positif bagi para pemasang iklan atau promosi,” kata
pengusaha kreatif itu. Metode iklan seperti ini dipandang sangat
efektif dan tentu saja hemat biaya.
Mengingat tas ini biasanya diberikan secara cuma-cuma kepada
seseorang. Pihak yang dikasih merasa senang.
Saat ditenteng menjadi agen iklan gratis.
Hal inilah yang membuat posisi tas semakin strategis
bila dipakai sebagai sarana promosi. Melihat dari pangsa pasarnya, mulai dari instansi
pemerintah, perusahan swasta, serta komunitas, memungkinkan Fenti memroduksi
tas promosi ini secara massal. Dengan
demikian pundi-pundi keuntungan yang bisa diperoleh pun menjadi semakin
besar.
Menurut Fenti, sebelum terjun kedalam kancah bisnis
tas promosi, pengusaha sebaiknya telah menguasai seluk-beluk bahan baku pembuatan
tas. Sebab, kedua bidang ini terkait erat.
Pengalamannya selama bertahun-tahun menggeluti bisnis kain membuat Fenti
telah tahu betul seluk beluk bisnis bahan baku tas. Ini tidak hanya terkait dengan pemilihan
bahan berkualitas, namun juga naik-turunnya tren harga bahan. Dengan menemukan pemasok bahan baku tas yang
murah, maka pengusaha dapat membandrol harga produknya menjadi lebih bersaing.
Tas promosi ini dibuat dengan bahan D600, kanvas,
spundbond. Namun demikian, pemilihan bahan tetap menjadi hak pemesan.
Paling tidak, sebagai pengusaha tas dapat memberikan nasihat pada konsumen
dalam memilih bahan yang bagus untuk digunakan. Sebelum memenuhi pesanan, Fenti selalu
menanyakan penggunaan tas nantinya.
Dengan demikian bahan bisa ditentukan. Hal ini dapat mencegah kerugian
yang dapat dialami oleh pelanggan.
Order minimum
Awalnya ia hanya mampu memproduksi tas sebanyak 25 –
100 buah / hari. Namun seiring waktu,
usahanya terus berkembang. “Namanya
usaha harus learning by process. Sekarang sudah bisa menghasilkan 500 – 1000 tas
/ hari. Produk tersebut dijual dengan
harga yang beragam. Tergantung dari
model, ukuran dan desain sablon. Kisaran
harganya Rp 2.500 – Rp 3000.
Agar ekonomis, Fenti memberlakukan jumlah minimal pemesanan
sebanyak 100 buah sekali pesan. Sementara untuk harga perlusin dipakok
sebesar Rp 30.000. Konsumen yang memesan tas buatan Fenti bukan hanya terbatas end user. “Tak sedikit pula reseller yang memesan tas siap jual. Mereka bisa memesan model dan desain
gambarnya,” kata Fenti.
Selama memenuhi pesanan, Fenti punya tips agar
pelanggan puas dan tak kapok memesan lagi.
Yaitu memberikan pelayanan yang sederhana. “Kalau bisa dibuat gampang kenapa harus
dipersulit,” tuturnya. Bagi konsumen di
luar kota, pemesanan bisa dilakukan secara online
melalui internet. “Zaman sekarang
apalagi ada Black Berry, tinggal kirim
gambarnya saja, kami siap membuat sesuai dengan pesanan,” kata Fenti
bersemangat. Untuk pemesanan dalam
jumlah banyak, disarankan memesan sekitar 2 – 3 minggu sebelum tanggal
pengiriman.

No comments:
Post a Comment