Ban Tubeless Sering Bocor, Ini Tips Pencegahannya! - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Wednesday, January 16, 2019

Ban Tubeless Sering Bocor, Ini Tips Pencegahannya!


Banyak pengendara sepeda motor suka memilih ban tubeless lantaran lebih awet dan tahan lama. Ban ini juga lebih aman bagi biker lantaran sepeda motor yang mereka kendarai lebih rawan terkena paku atau berbagai benda tajam di jalan.

Ilustrasi ban tubeless
Selain awet dan tahan lama, ban tubeless juga butuh perawatan yang mudah. Namun, masih banyak juga pengguna yang belum mengerti bagaimana cara merawat ban tubeless. Agar memiliki performa yang maksimal. Satria Tubagus, karyawan Planet Ban di Cibinong, Bogor, Jawa Barat memberikan tips merawat ban tubeless.

"Untuk perawatan ban tubelees, paling tidak rutin isi angin. Ban tubelees itu kan tidak memakai ban dalam, jadi kalau misalnya ada kebocoran sedikit dari sela-sela vleg-nya, biasanya ban langsung habis," katanya, saat ditemui JawaPos.com, di Planet Ban, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/2).

Satria menjelaskan, pengisian angin untuk ban tubelees sendiri minimal dilakukan 2 minggu sekali. Untuk pengisian pun, ia lebih menganjurkan memakai nitrogen. "Lebih bagus diisi dengan Nitrogen, karena lebih dingin. Nitrogen juga tidak mengandung uap air karena sudah disaring. Jadi benar-benar pure angin yang didapat. Selain itu gas ini membuat ban tidak cepat aus dan lebih lama pemakaiannya," bebernya.

Suhu yang terlalu tinggi dapat memicu ban mengalami over heating. Akibatnya, tekanan gas yang berada di dalamnya menjadi lebih besar.(over inflation). Nah, Nitrogen bisa mencegah kondisi tersebut. Lantas bagaimana dengan porsi angin yang harus diberikan? Satria mengatakan, standar pengisian untuk ban depan tekanannya 28 psi - 32 psi. Sedangkan untuk ban belakang, kisaran tekanannya 34 psi - 38 psi.

"Cuma terkadang ada pelanggan yang merasa kekerasan atau malah sebaliknya terlalu lembek, jadi untuk pengisian banyak yang request. Setelan standarnya dari kita ya segitu. Tapi juga, orang-orang biasanya menunggu kempes dulu baru isi angin. Itu ada kemungkinan bisa rembes dari samping," lanjutnya.

Bila terkena paku atau benda tajam juga, ada cairan khusus yang bisa menambal ban secara otomatis. Cairain ini, dapat untuk menambal lubang berdiameter kurang dari 7 mm.

Tips lain yang diberikan yaitu supaya ban tidak cepat botak, Satria menyarankan agar pengendara motor rutin isi nitrogen. Ia juga menganjurkan agar Anda mengendarai motor dengan baik dengan benar. “Tak sedikit orang membawa motor dalam kecepatan tinggi, lalu mengerem mendadak. Hal itu menjadi salah satu faktor dikarenakan gesekan yang terjadi,” tuturnya

"Nah, untuk pergantian ban tubelees selain tergantung pemakaian, juga dari keunggulan dari ban itu sendiri. Tiap ban, sudah ada batasannya dari produsen-produsen yang membuat ban itu. Di garis alurnya, ada benjolan kecil dan itu penanda ban masih layak pakai atau tidak. Jadi tidak menunggu alurnya habis, baru diganti karena sudah ada penandanya," tutupnya.

Sumber: Jawa Pos
Foto: Jawa Pos


No comments:

Post a Comment