Banyak pengendara sepeda motor suka memilih ban tubeless
lantaran lebih awet dan tahan lama. Ban ini juga lebih aman bagi biker lantaran
sepeda motor yang mereka kendarai lebih rawan terkena paku atau berbagai benda
tajam di jalan.
![]() |
| Ilustrasi ban tubeless |
Selain awet dan tahan lama, ban tubeless juga butuh perawatan
yang mudah. Namun, masih banyak juga pengguna yang belum mengerti bagaimana
cara merawat ban tubeless. Agar memiliki performa yang maksimal. Satria
Tubagus, karyawan Planet Ban di Cibinong, Bogor, Jawa Barat memberikan tips
merawat ban tubeless.
"Untuk perawatan ban tubelees, paling tidak rutin isi
angin. Ban tubelees itu kan tidak memakai ban dalam, jadi kalau misalnya ada
kebocoran sedikit dari sela-sela vleg-nya, biasanya ban langsung habis,"
katanya, saat ditemui JawaPos.com, di Planet Ban, Cibinong, Bogor, Jawa Barat,
Rabu (14/2).
Satria menjelaskan, pengisian angin untuk ban tubelees sendiri
minimal dilakukan 2 minggu sekali. Untuk pengisian pun, ia lebih menganjurkan
memakai nitrogen. "Lebih bagus diisi dengan Nitrogen, karena lebih dingin.
Nitrogen juga tidak mengandung uap air karena sudah disaring. Jadi benar-benar
pure angin yang didapat. Selain itu gas ini membuat ban tidak cepat aus dan
lebih lama pemakaiannya," bebernya.
Suhu yang terlalu tinggi dapat memicu ban mengalami over
heating. Akibatnya, tekanan gas yang berada di dalamnya menjadi lebih
besar.(over inflation). Nah, Nitrogen bisa mencegah kondisi tersebut. Lantas
bagaimana dengan porsi angin yang harus diberikan? Satria mengatakan, standar
pengisian untuk ban depan tekanannya 28 psi - 32 psi. Sedangkan untuk ban
belakang, kisaran tekanannya 34 psi - 38 psi.
"Cuma terkadang ada pelanggan yang merasa kekerasan atau
malah sebaliknya terlalu lembek, jadi untuk pengisian banyak yang request.
Setelan standarnya dari kita ya segitu. Tapi juga, orang-orang biasanya
menunggu kempes dulu baru isi angin. Itu ada kemungkinan bisa rembes dari
samping," lanjutnya.
Bila terkena paku atau benda tajam juga, ada cairan khusus yang
bisa menambal ban secara otomatis. Cairain ini, dapat untuk menambal lubang
berdiameter kurang dari 7 mm.
Tips lain yang diberikan yaitu supaya ban tidak cepat botak,
Satria menyarankan agar pengendara motor rutin isi nitrogen. Ia juga
menganjurkan agar Anda mengendarai motor dengan baik dengan benar. “Tak sedikit
orang membawa motor dalam kecepatan tinggi, lalu mengerem mendadak. Hal itu
menjadi salah satu faktor dikarenakan gesekan yang terjadi,” tuturnya
"Nah, untuk pergantian ban tubelees selain tergantung
pemakaian, juga dari keunggulan dari ban itu sendiri. Tiap ban, sudah ada
batasannya dari produsen-produsen yang membuat ban itu. Di garis alurnya, ada
benjolan kecil dan itu penanda ban masih layak pakai atau tidak. Jadi tidak
menunggu alurnya habis, baru diganti karena sudah ada penandanya,"
tutupnya.
Sumber: Jawa Pos
Foto: Jawa Pos

No comments:
Post a Comment