8 Wisata di Bandung yang Dijangkau dengan Jalan Kaki - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, March 10, 2018

8 Wisata di Bandung yang Dijangkau dengan Jalan Kaki

Jalan asia afrika bandung
SOLUSI KITA - Wisata - wisata di bandung yang dapat di akses cukup dengan jalan kaki, Ada banyak wisata di kota bandung yang perlu kita ketahui, selain kota nya yang bersih dan rabi wisatawan dari mancanegara pun suka mampir di kota bandung untuk menikmati keindahan pentaan kota nya.

Ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjugi, seperti Wisata Kota Tua, Wisata Sejarah, Wisata Religi, Wisata Kuliner, Wisata Taman, Wisata Landmark hingga Wisata Belanja bisa dijangkau dengan jalan kaki. Hebatnya lagi, tidak perlu ampe gempor untuk menikmatinya. Dari satu destinasi ke destinasi lainnya bisa ditempuh hanya dalam waktu sepuluh menit. Tidak percaya? Yuk, ikuti perjalanan yang saya lakukan baru-baru ini.

1). Jalan Asia Afrika
Saya mulai dari Jalan Asia-Afrika Bandung. Jalan paling tua dan sangat bersejarah dalam pembentukan Kota Bandung. Letaknya di tengah-tengah kota, mulai dari perlimaan antara Jalan Ahmad Yani, Jalan Sunda, dan Jalan Gatot Subroto Bandung.
Tepat di tengah-tengah perlimaan, ada Tugu Dasa Sila Bandung yang pada dindingnya tergrafir nama-nama negara yang mengikuti Konfrensi Asia-Afrika. Jalan Asia-Afrika membentang kurang lebih 1 km dari perlimaan hingga Jalan Pos.
Pasca peringatan ke-60 Konfrensi Asia-Afrika, Jalan Asia Afrika semakin cantik karena pada sepanjang trotoarnya berdiri kursi-kursi taman untuk beristirahat para pejalan kaki, pot-pot bunga, bola-bola dunia, dan lampu-lampu yang didesain mirip dengan jalan-jalan di Eropa.
Bangku-Bangku di Sepanjang Jalan Asia-Afrika yang Asri (Foto: Alee)
2). Tugu Titik Nol Bandung
Dari Simpang Lima berhenti di Tugu Titik Nol Bandung. Di sinilah titik awal mula Kota Bandung dibangun. Posisinya tepat berseberangan dengan Hotel Savoy Homan. Hotel bersejarah, tempat para delegasi Konfrensi Asia Afrika menginap.
Tempat ini dijadikan titik nol karena pada saat Gubernur Jenderal Belanda, Mr. Herman Willem Daendels menyuruh membangun membangun kota, Daendels menancapkan tongkat. Tanah tempat menancapkan tongkat itulah yang sekarang menjadi titik nol Kota Bandung.
Di belakang tugu, ada monumen kepala lokomotif yang dibuat tahun 1900. Hingga sekarang masih terlihat kokoh dan menjadi salah satu heritage Kota Bandung. Dalam tugu tertulis tanda CLN 18 dan PDL 18. CNL 18 menunjukan daerah timur Kota Bandung yang terdekat dengan tugu adalah daerah Cileunyi dengan jarak 18 Km. PDL 18 menunjukan daerah barat Kota bandung yang terdekat dengan tugu adalah Padalarang dengan jarak 18 Km.

3). Gedung Merdeka
Tidak jauh dari Tugu Titik Nol, ada gedung yang menjadi simbol perjuangan bangsa dari dua benua, benua Asia dan Afrika. Gedung apa lagi kalau bukan Gedung Merdeka. Di sinilah, tercipta Dasa Sila Bandung yang menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah dalam berjuang memperoleh kemerdekaan. Dasa Sila juga menjadi prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia.
Di samping Gedung Merdeka ada Museum Konferensi Asia Afrika yang menyimpan seluruh kenangan bersejarah dalam Konferensi Asia Afrika (KAA). Sangat pantas, jika Gedung Merdeka dan Museum KAA wajib dikunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan.
Diorama Pembacaan Dasa Sila Bandung di Museum KAA (Foto: Alee)
4). Jalan Braga
Jalan Braga Bandung tidak jauh dari Gedung Merdeka karena salah satu pintu Gedung Merdeka berada di Jalan Braga. Tepatnya Jalan Braga Pendek. Pada tahun 1900-an, Jalan Braga hanyalah jalan kecil di depan pemukiman sunyi, bahkan dikenal sebagai Jalan Culik karena rawan penculikan.
Braga berasal dari Bahasa Sunda Baraga, yang artinya kurang lebih berjalan menyusuri sungai. Sesuai dengan namanya, Jalan Braga memang berada di tepian Sungai Cikapundung. Jalan Braga ini pula yang kemudian membuat Bandung dikenal sebagai Kota Kembang karena banyak kembang (gadis Sunda) bermekaran di Jalan Braga.
5). Cikapundung Riverspot
Setelah menyusuri Jalan Braga, saya bergegas menuju jalan di samping kanan Gedung Merdeka, Jalan Cikapundung Timur. Di sana ada area bekas lapangan parkir yang diubah menjadi taman asri Cikapundung Riverspot.
Dalam area Cikapundung Riverspot ada deretan bangku persegi empat, berwarna merah menyala yang menggoda untuk segera disinggahi, sekadar melepas lelah atau menikmati makanan kecil.
Mukin cukup sekian yang kami informasikan semoga dapat membantu teman teman yang ingin berwisata di bandung dengan jalan kaki.
Sumber : www.kompasiana.com

No comments:

Post a Comment