Sama seperti manusia, kendaraan bermotor juga membutuhkan udara
agar mesin bisa hidup. Nah, di dalam motor terdapat komponen bernama saringan udara
atau filter. Berfungsi, untuk menyaring debu dan kotoran agar tidak masuk ke dalam
mesin.
![]() |
| Ilustrasi filter sepeda motor (Istimewa) |
"Saringan udara untuk menjaga debu agar tidak masuk ke klep
atau mesin. Kalau debu masuk ke mesin, mengakibatkan motor cepat korosi atau
aus. Makanya dipasang saringan udara," kata pemilik bengkel di Depok,
Tumpak, Rabu (7/3). Ia menjelaskan, bila debu masuk ke klep, maka seher atau
piston bisa tergores. Akibatnya, mesin akan menjadi aus. "Salah satu
faktor dari motor yang ngebul itu (banyak asap keluar dari knalpot) karena
seher kebaret-baret. Lainnya, bisa makan oli juga," tuturnya.
Menurut Tumpak, saringan udara harus rutin dibersihkan, apalagi
bila kita berada di lokasi berdebu (perkotaan). Cara membersihkannya pun,
dengan dibuka lalu dibersihkan dengan angin kompresor. Cara membersihkan juga
ditentukan oleh jenis dan bahan pembuatnya. Filter yang dibuat dari spons dapat
dibersihkan dengan menggunakan semprotan kompresor. Sedangkan filter dari
kertas tidak disarankan disemprot dengan kompresor. Sebab hal tersebut justru
dapat mengakibatkan kotoran semakin menancap kuat di atara pori-pori filter
kertas.
Lantas bagaimana cara membersihkan filter kertas tersebut? Anda
cukup melakukannya dengan cara menepuk-nepuk filter kertas itu. Kotoran akan
rontok. Filter kertas tipe kering diganti jika kendaraan sudah menempuh jarak 8.000
– 10.000 km. Sedangkan filter tipe basah diganti jika kendaraan sudah menempuh
jarak 15.000 km.
Soal frekuensi perawatan tupak menyarankan agar filter
dibersihkan seminggu sekali. "Tergantung lokasi kita, kalau tempat kita
berdebu, paling tidak sekali seminggu dicek dan dibersihkan. Cara
membersihkannya dengan angin kompresor. Jadi, saringan udara harus kering dan
tidak boleh basah," jelasnya.
Sumber: Jawa Pos

No comments:
Post a Comment