Sensasi Aroma Zaitun Kuliner Khas Maroko - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, February 18, 2019

Sensasi Aroma Zaitun Kuliner Khas Maroko

Berburu kuliner khas negara lain tentu serimg dilakukan para pecinta kuliner. Jika sudah pernah mencicipi masakan kaya rempah seperti masakan Arab Saudi, Turki, hingga India, maka sekarang saatnya mencoba mencicipi kelezatan menu khas negara Maroko. Rasanya berbeda, menggunakan rempah yang jauh lebih ringan di lidah masyarakat Indonesia.

Cukup menyambangi Jalan Wolter Monginsidi nomor 39 di kawasan Jakarta Selatan, maka pengunjung akan menemui restoran Marrakech Cuisine from Marocco yang berada di sisi kanan dengan tulisan merah. Marrakech Cuisine, meski terbilang sebagai tempat baru tapi restoran ini menjadi rekomendasi sebagai satu- satunya tempat makan di wilayah Jakarta Selatan dengan rasa ala Maroko. 

Masakan kuliner khas Maroko.
"Kuliner Maroko menjadi salah satu alasan kami menghadirkan Marrakech,"  kata Pemilik Resto, Maria Rotinsulu El Mourabiti baru-baru ini.

Rupanya awal mula dia mendirikan restoran itu, karena kerinduan suaminya yang merupakan pria Maroko, akan makanan khas Maroko. Menurut Maria  makanan Maroko juga banyak diminati kaum urban terutama di Jakarta. Secara daya tarik menunya bisa langsung mengena dan diterima lidah orang Indonesia.


"Saya dan suami suka makanan Maroko, suami saya kesulitan mencari menu Maroko di Jakarta. Makanya karena kangen masakan Maroko, akhirnya kami membuat tempat ini, dan sudah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia," katanya.

Untuk mendalami kuliner Maroko, Maria belajar selama 2 tahun di Maroko. Niat ini dilakukan untuk sang suami. Belajar dari resep-resep rahasia keluarga sang suami, Maria mendapat bimbingan langsung dari ibu mertuanya yang pandai memasak. Ibu mertua dianggap sebagai guru yang paling tepat karena masakan paling enak bagi setiap orang adalah masakan ibu. 


Maria menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan di restorannya adalah asli didatangkan dari Maroko, agar memberikan sensasi asli dari Maroko. Kuliner Maroko memang berbeda dengan masakan Arab atau Turki.

“Maroko memiliki kuliner dengan rasa yang istimewa, karena tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan Arab atau Turki. Sensasinya lebih kaya dengan aroma zaitun, bumbu yang paling khas," paparnya. 

Jadi jangan tanya nasi kebuli atau nasi briyani di sana, roti atau kentang merupakan pendamping menu utama di Maroko. Masakan Maroko simpel dan elegan. 

"Maroko istimewa, karena negara itu bekas jajahan Perancis. Jadi kesan aristocrat dengan kuliner Maroko sangat kuat. Namun kami tetap menyajikan nasi putih jika ada yang ingin," ungkapnya.

Menu Masakan Maroko

Masakan Maroko ini disajikan dengan roti khas Maroko yaitu Khoubez yang terbuat dari tepung Semolina. Kemudian ada juga Cabe Jalapeño yabg biasanya ditambahkan untuk para pencinta pedas. Di sana juga tersedia salad, sup dan menu utama. Pada main course atau menu utama tidak hanya nasi tetapi di sini juga tersedia roti khas ala Perancis bercita rasa rempah Maroko.

Untuk kocek yang harus dikeluarkan rata-rata makan berdua di Marrakech Cuisine sekitar Rp 400 ribu, harga yang masih masuk akal untuk kuliner di Jakarta. Komposisi yang banyak digunakan adalah penggunaan bahan dari Maroko saffron dan olive oil (minyak zaitun).

"Olive oil berbeda dengan olive oil di pasaran. Kami juga mendatangkan langsung wadah memasaknya yaitu Tagine, pot yang terbuat dari tanah liat," jelasnya.

Menu yang tersedia lainnya yaitu zaalouk, terong yang dimasak dengan tomat. Biasa dimakan sebagai makanan pembuka atau appetizer. Kemudian untuk Lamb Shank with Prune memiliki sensasi rasa yang beda dengan Lamb Shank lain karena kenikmatan saus yang dihasilkan saat masak dipadu dengan Prunes yang manis.

Menu Beef Tagine Raisin, bumbu khas Maroko di beef ini yang dipadukan dengan raisin, memberikan sensasi rasa yang beda. Menu Couscous adalah masakan yang disajikan setiap hari Jumat di Maroko. Untuk menu Couscous by Fatimah El Baamri adalah disajikan dengan ayam dan sayuran yang merupakan resep keluarga.

Tersedia juga Rfissa yang merupakan hidangan populer di Maroko disajikan di berbagai perayaan tradisional. Rfissa merupakan masakan yang disajikan untuk wanita setelah melahirkan. Biasanya disajikan dengan ayam, lentil dan biji fenugreek (atau helba dalam bahasa Arab) dan bahan-bahan lainnya, sangat khas menikmati menu yang satu ini. 

Sumber: Jawa Pos / Marieska

No comments:

Post a Comment