Pilah-pilih Helm ala Cargloss-AHRS: Hindari Helm Modular, Pilih Double Visor Di Luar - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Thursday, January 31, 2019

Pilah-pilih Helm ala Cargloss-AHRS: Hindari Helm Modular, Pilih Double Visor Di Luar


Kondisi performa motor  prima saja tidak cukup, Bro. Kualitas dan desain helm yang Anda kenakan wajib memenuhi standar baku.

Poin utama yang wajib dicermati saat memilih helm yaitu Helm harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). 
Menurut Ifand, desainer helm dari AHRS, memakai  helm itu bukan hanya sebatas demi menaati peraturan undang-undang lalu lintas saja. Apa lagi hanya sebatas model. Desain, bahan pembuat dan kualitas juga harus digenapi.

Sementara itu Irwan, Supervisor Cargloss Divisi Arai mengatakan, poin utama yang wajib dicermati saat memilih helm yaitu Helm harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). “Yang paling penting, pilih helm full face ketimbang model half face,” imbuhnya. Saat ini masih ada pengendara yang mengenakan helm ¾ face atau model cetok. Hel seperti itu tidak dianjurkan. Sebab tidak memberikan perlindungan pada bagian tulang rahang, serta bagian tulang belakang kepala hanya setengahnya saja yang dilindungi. “Helm open face sebenarnya sudah memenuhi standar keamanan, tapi lebih bagus dan lebih disarankan pakai helm full face,” kata Irwan.

 Lantas bagaimana dengan bentuk fisiknya atau penampilannya? Irwan menjelaskan, Arai mewajibkan bentuk helm itu bulat. Tidak boleh ada siku atau tonjolan di bagian shell atau batok. “Boleh ada tonjolan, tapi itu sebatas lubang ventilasi yang dibuat dari bahan yang tidak keras.” Imbuhnya menjelaskan.

Syarat lain? Irwan menjelaskan soal bobot standar helm berkisar antara 1 – 2 kilogram. Helm dilengkapi dengan visor atau kaca dengan ketebalan 2 – 3 mm agar tidak mudah pecah. Jika Brosis ingin membeli helm dengan double visor, Irwa menyarankan supaya Brosis memilih double visor yang posisinya berada di luar, bukan di bagian dalam helm. Hal ini bertujuan untuk mengindari jarak ke styrofoam. “Jika ada jarak bisa berbahaya jika terken abenturan,” katanya.

Berikutnya masih soal model. Brosis sebaiknya menghindari jatuh cinta kepada helm modular. Itu, lho helm full face yang bagian depannya bisa dibuka. Helm jenis ini berbahaya. Ketika terkena benturan dan bagian depannya terlepas, dagu pengendara dapat mengalami cedera.

Kemudian di bagian luar helm pilih shell atau batok yang keras. Bagian dalamnya dilapisi dengan styrofoam sebagai peredam benturan.

No comments:

Post a Comment