Faktor utama yang berpengaruh terhadap kinerja ban yaitu
tekanan. Ban mobil butuh tekanan udara optimal seseuai dengan yang
direkomendasikan. Secara teknis, ada dua kondisi tekanan ban yang tidak sesuai
dengan standar . Yaitu ban terlalu kempes (underinflation) dan ban yang terlalu
keras (overinflation) karena bertekanan terlampau tinggi. Selain berpengaruh
terhadap performa ban, tingkat tekanan juga menentukan usia pakai ban itu
sendiri.
| Tekanan ban harus rutin diperiksa. |
Tekanan ban yang sedikit lebih keras, dapat member
keuntungan secara ekonomis dari sisi pemanfaatana bahan bakar. Di samping itu
juga bisa sedikit meningkatkan respon kemudi dan stabilitas ketika mobil sedang
melaju di tikungan. Ban bertekanan sedikit lebih keras lebih tak rentan
terhadap lobang di jalanan. Nah, bagi yang suka balapan, menambah sedikit
tekanan ban di atas tekanan standar dapat memberikan sedikit dorongan pada
kendaraan.
Lalu bagaimana dengan ban yang mengalami underinflation? Selain mengkibatkan
konsumsi bahan bakar menjadi boros, ban yang kurang tekanan juga dapat
menganggu kinerja kemudi dan keseimbangan mobil. Jadi, ban dalam kondisi underinflation maupun
overinflation cenderung mengakibatkan
usia ban menjadi lebih pendek.
Selain tekanan, faktor laun yang berpengaruh terhadap panjang-pendeknya
usia ban mobi adalah temperatur. Suhu temperatur
bepengaruh terhadap tekanan udara di dalam ban. Pada sat musim kemarau, terik
matahari akan mengakibatkan tekanan udara di dalam ban bertambah. Sehingga bisa
mengakibatkan ban menjadi mudah mengalami overinflation.
Kondisi cuaca yang selalu berubah-ubah membuat Anda menjadi harus lebih rajin
memeriksa kondisi tekanan ban.
Saat ini Nitrogen menjadi pengisi ban yang popular. Secara
kimiawi molekul Oksigen lebih kecil bila dibandingkan dengan molekul Nitrogen.
Dengan demikian, ban yang diisi dengan udara biasa akan lebih cepat kehilangan
tekanan dibandingkan dengan ban yang diisi dengan Nitrogen. Keuntungan lain
yang bisa dipetik yaitu ban yang diisi dengan Nitrogen 20% menjadi lebih dingin
dibandingkan dengan ban yang diisi udara biasa.
Fakta lain yang harus diketahui dari ban yaitu ban didesain
memiliki warna hitam agar tahan terhadap paparan sinar UV. Pabrik membubuhkan
karbon hitam ke ban agar dapat menyerap radiasi UV dan mengubahnya menjadi
panas yang tidak membahayakan. Selain itu, karbon hitam juga sangat awet,
sehingga membuat daya tahan campuran menjadi lebih lama. Seiring dengan
bertambahnya usai ban, kandungan karbon hitam akan berkurang. Sehingga warna
ban pudar. Menjadi abu-abu. Pelindung lain yang melekat pada ban yakni lapisan
lilin khusus sebagai penangkal ozon.
Jika Anda gemar memoles ban dengan semir, disarankan agar berhati-hati saat memilih
semir. Cairan ini memiliki kemampuan melindungi ban dari paparan sinar UV.
Namun di sisi lain, semir yang mengandung silicon
ternyata dapat memperpendek usia ban.
Silikon bisa membuat ban menjadi cepat aus. Semir silicon biasanya berbentuk cair. Disarankan agar memilih semir ban non silicon yang mengandung wax atau foam.
Sumber: www.autoevolution.com
Foto: Teguh
No comments:
Post a Comment