Penyulingan Nilam: Semerbak Bisnis Daun Wangi - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Wednesday, January 9, 2019

Penyulingan Nilam: Semerbak Bisnis Daun Wangi


Berbekal sebuah ketel penyulingan berkapasitas 400 kg / hari, jutaan rupiah bisa mengalir rutin kekantong dari minyak nilam.



Bisnis minyak nilam (Pogostemon cablin)diminati karena harganya terus meningkat seiring semakin banyaknya kebutuhan minyak tersebut untuk industri parfum dan kosmetik. Melihat prospeknya yang baik, sejumlah pengusaha di Banyumas berminat untuk ikut menikmatinya. Salah satunya adalah UD Liman Jaya di Desa Kutaliman RT 2/RW 3 Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Sejak tahun 2002, perusahaan ini mulai berekspansi bisnis minyak nilam dari sebelumnya minyak cengkeh. Perusahaan ini dirintis oleh Hadi Pranoto, kini Hadi hanya mengurusi keuangan sementara Kirno, generasi kedua terjun mengurusi proses produksi.

Senangnya berbisnis minyak nilam dirasakan saat harga bagus, karena keuntungan bisa berlipat. Kini harga minyak nilam berkisar pada angka Rp 300.000/kg, sekitar dua tahun lalu bisa mencapai Rp 1.000.000/kg. Harga nilam cenderung melonjak sat musim kemarau tiba.  Sebab, pada waktu itu pasokan bahan baku langka, hingga produksi minyak nilam mengalami penurunan.  Sebaliknya pada waktu musim hujan, pasokan bahan baku berlimpah.  Akibatnya harga minyak nilam melorot. Pria itu mengaku telah memiliki pengepul tetap di Purwokerto yang sanggup membeli minyak hasil olahannya secara rutin.

Kemarau harga melonjak

"Harga tidak tentu. Saat sedang naik, keuntungan lumayan," tutur suami Darwati (29). Harga minyak nilam yang tidak stabil sudah pernah dibahas dalam pertemuan antara para produsen minyak dan Dinas Perindustrian di Bandung tahun lalu. "Kalau pemerintah bisa mengusahakan agar harganya bisa stabil tentu lebih baik, produsen seperti kita bisa menyimpan lebih dulu sebagian produksinya sebelum dijual. Karena semakin lama disimpan, kandungan minyak atsirinya semakin baik dan harga juga lebih tinggi," Ujar bapak satu anak tersebut.  Sebelum dijual minyak disimpan dulu selama 3 –4 hari.  Sehingga harganya bisa lebih tinggi Rp 8.000 dari harga standar.

Kirno menceritakan, produksi kedua komoditas perusahaan dilakukan secara bergantian. Minyak nilam hanya diproduksi saat musim hujan karena saat itu, tanaman tumbuh subur. Sedangkan saat musim kemarau, minyak cengkeh yang diproduksi.
Kendala yang sering dihadapi yakni harga minyak nilam yang kerap berubah sewaktu-waktu. Produsen minyak nilam belum bisa menentukan harga jual dan bergantung pada harga yang ditentukan pengepul. Berbeda dengan minyak cengkeh yang cenderung stabil pada harga Rp 60.000/kg.

Saat ini, kapasitas produksi minyak nilam mencapai sekitar 30 kg per hari. Kirno memiliki 5 buah ketel. Pada waktu musim panen, jumlah ketel yang beroperasi 4 buah setiap hari.  Namun ketika pasokan bahan baku sulit diperoleh cuma 2 –3 ketel saja yang dioperasikan.  Tiap ketel berukuran tinggi 3 meter dan diameter 2,5 meter

Kalau bahan baku dijemur secara benar, ketel bisa diisi sampai 500 kg.  Namun bila penjemuran tidak sempurna, ketel hanya bisa diisi 400 kg nilam. Nilam kering sebanyak itu bisa menghasilkan minyak sebanyak 10 - 15 kg. Pasokan daun nilam diperoleh dari petani di Banjarnegara dan Kebumen.

Pilih daun lebar

Kirno menerima pasokan daun nilam basah maupun kering.  Daun nilam kering dibeli dari petani seharga Rp 2.500/kg. Sedangkan yang basah Rp 700/kg.  Kirno lebih senang menerima pasokan nilam basah.  Pasalnya, kualitasnya bisa diatur.  Daun nilam yang sudah dikeringkan lalu dirajang dan dimasukkan kedalam ketel.  Proses pengukusan memakan waktu 10 jam. 

Untuk mengoperasikan ketel sebanyak itu, kirno dibantu oleh karyawan sebanyak 15 orang.  Saat panen raya jumlah pekerja bisa sebanyak 20 orang dengan tenaga lepas. Dari hasil usaha, kini ada tiga unit truk dan satu unit mobil colt untuk mengangkut nilam dan kayu bakar untuk memasak.

Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas dan rendemen minyak nilam. Nilam bisa menghasilkan kualitas minyak bagus bila memiliki ruas pendek-pendek.  Nilam yang ditanam di tempat terbuka dan tidak ternaungi memiliki kandungan minyak yang banyak. Nilam yang banyak memiliki daun dan ukuran daunnya besar, kandungan minyaknya banyak.  Sebab, minyak nilam banyak tersimpan di dalam daun.  Namun, kualitas minyak di dalam batang lebih bagus bila dibanding dengan kualitas minyak yang ada di daun.

Pengeringan juga berpengaruh terhadap jumlah minyak nilam yang dihasilkan.  Cuaca berperan besar.  Saat cuaca mendung, penjemuran bisa memakan waktu sampai 3 hari.  Namun bila cuaca cerah, penjemuran memakan waktu 2 hari.  Cuaca mendung membuat bahan menjadi rawan busuk.  Sehingga rendemen minyak berkurang bahkan hilang samasekali.  Pengalaman Kirno membuktikan bahwa penyimpanan tidak disarankan.  Usai dikeringkan bahan harus langsung disuling.

Semoga berwirausaha.

No comments:

Post a Comment